BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Friday, December 11, 2009

fanfic : I Just Want U By My Side 9

Title : I Just Want U by My Side

Chapter : 9 of sekian~

Genre : Drama , Romantic

Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]

Author : Judith El Enma Ai

Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D

Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara

==================

Karena itu, hari ini aku dan Ren berjanji untuk bertemu di taman depan sekolah untuk pergi bersama-sama. Kencan? Ya!!

Semalam suntuk aku tidak bisa tidur. Aku mencoba segala macam masker dan lulur milik Mami Hone yang katanya bisa membuat kulit halus dan bercahaya. Bahkan aku sampai mengeramasi rambut hitamku yang tergerai halus sampai ke siku sebanyak lima kali. Sungguh tindakan yang bodoh, karena semua hal yang kulakukan tidak ada gunanya. Aku tetaplah Shirayama Aiichi yang biasa-biasa saja. Tidak cantik. Tidak menawan. Aku berbeda dari Mami Hone yang selalu tampil modis dan gaya. Mami memang cantik. *hei Nade , jgn GR y !! :p*

Karena sudah tidak tahu lagi apa yang harus kuperbuat, aku menelpon Ai-chan yang kupikir sudah cukup berpengalaman dalam berdandan untuk kencan. Bersyukurlah hari ini hari Sabtu dan Ai-chan diizinkan main ke rumahku. Ia tidak ada jadwal kencan hari ini. Madara sedang sakit sehingga tidak bisa pergi ke Sapporo untuk menemani Ai-chan. Biasanya Madara nekat pulang-pergi Nara-Hokkaido dalam dua hari hanya untuk bertemu Ai-chan.

Pertama-tama Ai-chan menggeledah lemariku. Lemariku cukup kosong untuk ukuran seorang remaja cewek. Isinya hanya setumpuk T-shirt yang membosankan dan beberapa celana jeans panjang. Aku memang jarang bepergian.

Ai-chan mendengus ketika selesai membongkar lemariku.

"Kalau kau pergi berkencan dengan Ren memakai baju-baju ini, bisa-bisa Ren berpaling pada Kanna!"

Aku mendesah. "Jadi aku harus pakai baju apa?"

Tangan Ai-chan dengan cekatan membongkar tasnya yang besar. Aku menatapnya kebingungan.

"Sudah kuduga pasti tidak ada yang bisa kau gunakan dari lemarimu." Ai-chan mengeluarkan sesuatu dan membentangkannya tepat di depan mukaku. "TADAAA!!! Pakai ini dan Ren tidak akan melirik Kanna!"

Kedua mataku menatap benda yang diacungkan Ai-chan dengan terbelalak. Kamisol!

Kamisol itu berwarna hitam dengan pita kuning kecil di tengah bagian atasnya. Modelnya sangat manis. Tapi sepertinya... ehm... agak terlalu...

"Terlalu terbu--" Ai-chan langsung melemparkan kamisol itu ke mukaku.

"Cepat pakai!" perintahnya galak dan buru-buru aku masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.

Begitu aku keluar kamar mandi, kulihat Ai-chan tersenyum lebar.

"Pas sekali!" Ai-chan menarik tanganku. "Sekarang pakai ini!" Ia mengangsurkan celana jeans yang sangat pendek padaku.

"Tapi..." Aku hendak protes tapi Ai-chan keburu mendorongku ke kamar mandi.

"Cepat!"

Setelah itu aku benar-benar menjadi kelinci percobaan Ai-chan dengan segala peralatan anehnya.
==================

Ren sudah berulang kali mencoba menghubungi ponselku. Hal itu kuketahui setelah melihat daftar missed call yang tertera pada ponsel lipat putihku. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung : tiga puluh lima missed call!

Oke, aku tahu aku sudah sangat terlambat, dan ini semua gara-gara kesalahan make up-stylish sekaligus 'sahabat'ku, Moria Ai alias Ai-chan.

Setelah berkali-kali mendempul kulit wajahku dengan bedak putih yang menjadikanku beda-beda tipis dengan para geisha, sempat-sempatnya Ai-chan mengatakan bahwa ia merasa aneh dengan riasanku, lalu memutuskan untuk mengulang riasanku!! Bisa kalian bayangkan betapa gondoknya aku terhadap make up-stylish yang satu ini!

Gagal enam kali dalam meriasku sebagai funky girl, akhirnya Ai-chan menyerah dan MENGHAPUS LAGI SEMUA PARTIKEL ZAT KIMIA BERNAMA KOSMETIK ITU. Gila.

Tak tahan melihat raut wajahnya yang depresi, aku menyarankan bahwa aku memang lebih cocok mengenakan make up natural. Tanpa ba-bi-bu lagi, ia langsung membenahi wajahku yang sudah berkeringat, dan, VOILA! Wajahku berubah menjadi wajah-wajah cewek-cewek kawaii yang sering muncul di cover majalah-majalah remaja.

"Kenapa tidak menyarankan dari tadi?" Ai-chan menghapus keringat yang menetes dari dahinya yang tertutup poni.
Tidak bilang DARI TADI??? Rasanya aku hampir meledak dalam emosi mendengar kata-katanya. Aku sudah mencoba bicara---setidaknya sepuluh kali, dan sepuluh kali pula aku dianggap angin lalu.

Benar-benar...

Kutatap bayangan yang terpantul di cermin yang berada di hadapanku. Ok, I'm ready!
==================>to be continued

0 comments: