emm , kyx gaq enk y marah2 pk aku-kamu .
gw-lo aj d ~
================================
SARAPH !!
otak cow itu pasti ada d dengkulx !
klo gaq , hrusx dy bs mikir DIKIT dong !
udh tampang d bwh rata2 , nilai jg gaq bgus , olahragax jelek , loba bacot , GAQ PUNYA SOPAN SANTUN LAGI !
kakix it loh !
maen nendang2 kursi gw sgala !
najonganjongedan !
meni gaq tw diri !
udh mah swarax gaq enk didenger , NGOMONG MULU LG !!
knp c lo gaq mati aj ?
bgus mlh klo skul keilgn cow gaq mutu ky lo !
+sadis on+
Wednesday, September 30, 2009
aku benci cowok itu !!
Posted by ♥ el enma ♥ at 8:57 AM 0 comments
Labels: bad themperature
Monday, September 21, 2009
10 tipe manusia yang kubenci
:: 10 tipe manusia yang kubenci ::
tipe I : Manusia Pembohong
. Aku sangat membenci tipe manusia ini .
Mereka tidak bisa jujur , selalu menciptakan kebohongan-kebohongan yang menjijikan .
Tipe yang harus dijauhi dalam pertemanan .
tipe II : Manusia Berlebihan
. Dalam bahasa gaul disebut manusia 'lebay'
Tipe manusia yang ini adalah tipe manusia yang selalu berkata dan berbuat segala sesuatu dengan berlebihan .
Kadang-kadang lucu , tapi selebihnya memuakkan .
tipe III : Manusia Centil
. Kalau yang ini sih , biasanya terdapat di sekolahku .
Tipe-tipe penyuka warna pink dan berambut panjang , malas , berpakaian melanggar aturan , dan hobi menindas .
Tipe inilah yang membuat cerita-cerita menjadi mengesalkan .
tipe IV : Manusia Munafik
. Mereka selalu melakukan/mengatakan hal-hal yang berkebalikan dengan yang mereka lakukan .
Misalnya , seorang cewek mengatakan bahwa ia membenci cewek yang lainnya , tapi ternyata ia akrab dengan cewek itu .
Tipe ini mirip-mirip dengan bermuka dua .
tipe V : Manusia Perfeksionis
. Paling mengesalkan bila harus bekerja dengan orang-orang perfeksionis .
Mereka tidak akan puas apabila pekerjaan mereka belum sempurna , dan hal itu membuat kita kewalahan menuruti permintaannya .
tipe VI : Manusia Ganjen
. Agak-agak mirip manusia centil , tapi mereka cenderung mendekati para cowok .
tipe VII : Manusia yang Mau Menang Sendiri
. Ini tipe yang membuatku sebal berlarut-larut .
Mereka selalu mendebat pemikiran-pemikiran kita dan hanya menganggap pemikiran mereka benar .
tipe VIII : Manusia Manja
. Tipe ini selalu bergantung pada orang lain dan tidak mandiri
tipe IX : Manusia Sok Manis
. Tipe yang ini suka menggunakan bahasa-bahasa sok imut , padahal aslinya dia begitu menyebalkan .
Banyak sekali orang-orang yang seperti itu di jaringan dunia maya .
tipe X : Manusia Alay
. Tipe ini agak-agak mirip tipe IX , tapi yang ini cenderung sok gaul dan mengubah-ngubah tulisan sehingga sulit dibaca .
Contoh :
54i1y4nK ,, 4q k4n63n sm4 KmuW n1cH ...
Posted by ♥ el enma ♥ at 7:41 PM 0 comments
Labels: jibun
Fanfic : I Just Want U by My Side 5
Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 5 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
Dengan mata yang basah dan hati yang tertusuk-tusuk perih, aku berjalan mengikuti Ren. Pandanganku buram, jadi aku mengandalkan Ren untuk menunjukkan jalan bagiku.
Langkah Ren berhenti, jadi aku ikut berhenti. Tempat yang kupijak ini berangin. Sejuk. Kesukaanku.
Air mataku masih terus mengalir. Pipiku terasa dingin karena bekas-bekas air mata terhembus angin dingin. Sesuatu menyentuh wajahku.
Jari-jemari Ren.
Ren mengusap wajahku yang penuh air mata, tapi hal itu malah membuatku menangis semakin keras. Isakan demi isakan terlepas dari pita suaraku. Dalam sedu sedanku, aku bercerita, terpatah-patah.
"Mereka... bilang... aku... tidak pantas... dekat... dengan... mu... uhk uhk..."
Kalimatku tersengal-sengal. Mengesalkan.
Hatiku benar-benar tersayat-sayat. Aku benci cewek-cewek cheerleader!!
Tanpa kuduga, Ren menarikku ke dalam pelukannya. Dadanya bidang, tubuhnya tegap. Aroma parfum Ren benar-benar menyenangkan. Tangannya mengusap-usap rambutku.
"Sshhh..." desisnya lembut. "Tak seorang pun boleh bilang ada yang tak pantas berada di dekatku."
Aku membenamkan wajahku yang basah ke dada Ren, lalu menangis lebih keras.
"Mereka... uhk, bilang... begitu..."
Lengan-lengan Ren yang kokoh semakin erat memelukku.
"Siapa..." Terdengar emosi yang berbeda dalam suara Ren. Seperti marah. "... yang berani mengatakan itu pada gadisku?"
"Kanna..." jawabku sambil menahan nafas. Syok. Apa yang Ren bilang tadi? Gadisku? Aku? GadisNYA???
"Kan-na..." Walau pelan, aku masih bisa mendengar kata-katanya.
Ren terdiam.
Lengan-lengannya terus memelukku, sementara jantungku terus berdetak kencang.
==================
Pandanganku menerawang ke arah langit-langit kamar. Kali ini benar-benar menerawang, aku tahu itu.
Aku mencintai Ren. Mutlak.
Tak ada hal lain yang dapat menggeser posisi ini. Absolut.
Dadaku terasa panas.
Am I absolutely in love with him?
...
Really?
==================
Mata Ai-chan membulat waktu aku menceritakan kejadian kemarin siang padanya. Sedetik kemudian muncul seringaian di wajahnya, tanda bahwa ia akan segera menginterogasiku. Benar saja.
"Wuahhh... romantisnya!" goda Ai-chan. Aku melirik padanya, menyuruhnya tutup mulut. Aku tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Aku cukup trauma.
"Maaf, maaf." Ai-chan buru-buru memelankan suaranya. "Aku terlalu senang mendengar Ren memelukmu. Kau maju satu langkah, Aiichi!"
Aku tersenyum malu-malu. Untung Kanna dan dua dayang-dayangnya sedang berada di luar kelas. Kalau tidak, mereka pasti akan mengintimidasi aku lagi.
"Ren menyebutmu 'gadisnya'?" tanya Ai-chan tak yakin, sama seperti perasaanku.
Pipiku bersemu kemerahan. Aku tahu itu, karena pipiku terasa memanas, dan seringaian Ai-chan menjadi-jadi.
"Aaaaahhhh, sudah jangan dibahas! Sebaiknya kita cepat-cepat memakan bento kita sebelum bel berbunyi!" Dengan gugup aku menjepit sosis gurita dengan sumpit biruku. Tapi sosis itu terlepas, karena aku menangkap sosok Ren.
Yang tersenyum lebar ke arahku.
Aku tak ingat apa reaksiku, tapi kalau melihat seringaian Ai-chan, sepertinya tindakanku barusan agak memalukan...
==================
Hari Rabu!
Aku tersenyum senang. Hari Rabu selalu memberi keberuntungan bagiku. Aku cintaaaaa hari Rabu!
Selain ada kegiatan klub yang sangat kusukai, hari Rabu kali ini adalah hari pengumuman hasil ujian tengah semester satu. Aku mendapat peringkat dua umum. Peringkat satu tentu saja diraih oleh makhluk paling sempurna di dunia, Ren. Ai-chan mendapat peringkat dua puluh tiga umum. Sedangkan Kanna dan dayang-dayangnya ada di bawah peringkat tiga ratus.
Senyumanku terus mengembang, sampai kulihat Kanna--si keriting ikal--beserta pengikut-pengikut setianya berjalan ke arahku. Mau apa dia? Ekspresi mereka dibuat sok garang. Menyebalkan.
"Shirayama!" panggil si pirang dengan nada galak. Aku menyipitkan mata menatap mereka.
"Ada apa?" tanyaku sesopan mungkin. Mami Hone membiasakanku untuk bersikap sopan pada siapa saja.
BRAAAAAAAKKKKK!!!!
Kanna menggebrak papan pengumuman di belakangku.
"Jangan macam-macam kau, Shirayama!" Pandangan mata Kanna menyipit sadis. "Jangan dekati Ren!!"
==================>to be continued ~
Posted by ♥ el enma ♥ at 3:07 AM 0 comments
Labels: fanfic
fanfic : I Just Want U By My Side 4
Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 4 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
Ren tahu namaku? Pastilah ini mimpi. Ya, mimpi. Mimpi yang sangat indah.
Aku berjalan pelan dalam perjalanan pulang ke rumah. Pikiranku kembali melayang-layang. Tapi kali ini karena bahagia.
Ini bukan mimpi kan? Berkali-kali aku mencubit lenganku untuk memastikannya. Sakit. Nyata. Hmmm, padahal kalau ini mimpi, kuharap aku tidak akan terbangun...
==================
Aku menjadi semakin sering melamun di sekolah. Jarang memperhatikan pelajaran dan pembicaraan dengan orang. Kalau ditanya, kebanyakan aku menjawab, "Apa?", tapi tetap sulit mengerti meski orang itu sudah mengulangi pertanyaannya.
Hal ini tentu saja membuat Ai-chan kesal. Ia menceritakan pengalaman kencannya dengan Madara pada hari Sabtu kemarin, tapi aku sama sekali tidak memperhatikan.
Setelah selesai bercerita, komentar yang kuungkapkan cuma "Oohh...", padahal Ai-chan telah bercerita panjang-lebar.
"Kamu kenapa, Aiichi?" tanya Ai-chan bingung.
Aku tidak menjawab pertanyaannya, malahan tersenyum-senyum bodoh waktu melihat Ren melewati kelasku. Ia sempat melirik dan tersenyum padaku. Jantungku sampai mau meledak!
Ai-chan mengikuti arah pandanganku.
"Ichimoku Ren," desisnya gemas. "Apa yang terjadi di antara kalian sampai kalian bertukar senyum begitu? Kau berhutang satu cerita padaku!"
"Tidak ada kejadian apa-apa antara aku dan Ren selama hari Ming--" Ups. Sial, aku keceplosan. Mata Ai-chan langsung berkilat mendengar kata-kataku.
"Tuh kannn!"
Ai-chan melompat duduk ke atas mejaku dan merangkulku. "Nah, ayo!"
==================
Ai-chan tersenyum-senyum setelah mendengar ceritaku. "KEMAJUAN!"
Aku agak kaget mendengar jeritannya. Seisi kelas langsung menoleh ke arah kami. Terima kasih, Ai-chan.
Karena sekarang adalah pelajaran kosong, semua murid bersikap seenaknya. Beberapa dari mereka mendatangiku dan Ai-chan.
"Apa yang kemajuan, Shirayama?" tanya salah seorang dari mereka, cewek anggota klub cheerleader centil. "Kebiasaanmu melamun di kelas?"
Cekikikan soprano itu kembali bergaung di sekitarku.
Mukaku terasa panas. Ai-chan melirikku dengan perasaan tak enak.
"Heh, kutu buku! Nggak usah sok kecakepan deh, ya! Mentang-mentang tadi Ren tersenyum padamu!" Cewek lainnya yang berambut keriting berkata dengan nada pedas. "Keganjenan!"
"Betul." Cewek berambut pirang menyahut. "Mana mungkin Ren yang ganteng itu naksir pada cewek ini?"
Lalu mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.
"Hentikan!" Tiba-tiba kudengar suara Ai-chan. "Sah-sah saja menurutku kalau Ren-kun naksir pada Aiichi. Yang aneh itu kalau Ren-kun naksir pada KALIAN."
Cewek ikal itu mengerutkan alisnya. "Kau tidak terima ya kalau Shirayama ini memang tidak layak untuk Ren?"
Gemetar, kulihat tangan Ai-chan bergerak untuk menampar si ikal, tapi segera kutahan tangannya.
"Jangan cari masalah dengan mereka, Ai-chan," kataku.
Mereka semua terdiam.
"Permisi, aku ingin ke toilet." Aku keluar kelas dan meninggalkan mereka semua.
==================
Bohong kalau kubilang aku tidak sakit hati. Hatiku sangat sakit, bagai didera cambuk berduri dan dihunus-hunus pedang yang sangat tajam.
Kubiarkan air mataku tumpah saat aku menunduk dan menopangkan tanganku pada pinggiran wastafel. Mungkin setelah menangis aku akan merasa lebih enak.
Dasar cewek-cewek bodoh! Memangnya cuma mereka yang boleh mendapat senyuman dari Ren?
Aku terus mengumpat-umpat cewek-cewek kurang ajar itu. Air mataku masih terus mengalir.
Bel tanda ganti pelajaran berbunyi nyaring. Aku harus segera kembali ke kelas agar tidak dimarahi guru. Kuhapus sisa-sisa aliran air mata di pipiku dan beranjak keluar dari toilet.
Kakiku melangkah pelan ke kelas. Entah kenapa, rasanya enggan untuk kembali ke sana. Pikiranku bercabang. Aku tidak fokus pada jalan. Akibatnya aku menabrak seseorang.
"Hati-hati Aiichi."
Suara itu. Suara yang sangat akrab di telingaku. Aku mengangkat wajahku. Ren!
"A..." Ren terlihat kaget melihat wajahku. "Kau kenapa?"
Aku cuma bisa terdiam membisu.
"Baiklah." Ren meraih tanganku. "Ikut aku."
Detak jantungku mendadak semakin cepat. Tapi aku tetap membiarkan Ren menggandengku.
==================>to be continued
Posted by ♥ el enma ♥ at 3:02 AM 0 comments
Labels: fanfic
fanfic : I Just Want U By My Side 3
Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 3 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
Malam hari, seusai belajar, aku menyibakkan gorden jendela kamarku. Kubiarkan mataku menatap keluasan langit biru yang gelap dan tanpa batas ini. Malam ini langit begitu cerah dan jernih. Tampak berpuluh-puluh ribu bintang tampak di sana.
Aku menikmati pemandangan itu. Memandang bintang merupakan salah satu kegiatan favoritku. Aku selalu merasa tenang saat menghadapi keluasan langit yang tak terhingga ini.
Tiba-tiba muncul kilatan kecil di salah satu sudut langit. Bintang jatuh!
Cepat-cepat kukatupkan kedua tanganku dan mengucapkan permohonan.
"Semoga aku bisa bersama-sama dengan Ren, apapun yang terjadi..."
==================
Hari ini hari Minggu. Terbangun oleh kenyataan ini, dengan semangat aku mengenakan training pack biruku dan menguncir rambut panjangku menjadi seperti ekor kuda. Setelah mencomot sandwich keju dan berpamitan pada Mami Hone, aku mengikat sneakersku dan terburu-buru berlari menuju taman.
Taman yang terletak tidak jauh dari sekolah ini adalah jogging track rutinku setiap minggu selama tiga tahun ini. Biarpun aku bukan tipe orang yang menonjol dalam pelajaran olah raga, bukan berarti aku benci berolah raga dan malas melakukannya. Ada beberapa faktor tertentu yang memicuku untuk jogging rutin di taman ini. Salah satunya adalah kehadiran Ichimoku Ren.
Yap. Ichimoku Ren. Sendiri. Tanpa antek-antek klub kendonya yang konyol. Tanpa cewek-cewek centil yang dengan manja bergelayutan pada lengannya yang kokoh.
Tapi, betapapun ia sendirian, tetap saja aku tidak berani menegurnya dan mengajaknya jogging bersama.
Aku terlalu pemalu dan pengecut.
Kuarahkan kakiku ke taman, berbelok ke jalur yang biasa kulewati. Karena tidak terlalu berkonsentrasi pada jalur dan kondisi track, aku tersandung pada lubang di track dan jatuh telungkup dalam kondisi yang cukup memalukan.
Sial, betis dan lututku terasa sakit. Aku duduk di atas track dan menggulung celanaku hingga sebatas lutut.
Lutut kiriku terluka, sedangkan betis kananku memar. Rasanya sakit sekali.
"Bisa kubantu?" Kudengar seseorang bertanya kepadaku. Aku mendongak dan mendapati Ren mengulurkan tangannya sambil tersenyum padaku. Senyumnya manis sekali, dan itu membuat wajahnya bertambah sempurna.
"Kau terluka ya, Aiichi?" tanyanya sambil mengamati kakiku. Lalu ia menarikku berdiri.
"Ah... eh... Terima kasih," kataku gugup. Belum pernah aku berada dalam jarak kurang dari lima meter dari Ren. Ternyata wangi parfumnya enak sekali.
"Kulihat, kau sering jogging di taman ini," katanya sambil menunjuk taman ini. "Tapi bagaimana mungkin kau tidak sadar track bagian ini sudah berlubang sejak bulan lalu?"
Tiba-tiba aku merasa konyol di hadapan Ren. Apa aku yang terlalu bodoh, atau Ren benar-benar telah menyedot perhatianku akhir-akhir ini?
"Emh, aku... kurang memperhatikannya," jawabku kikuk. Luka di kakiku mulai terasa perih. Aku meringis menahan sakit.
Ren sepertinya melihat perubahan ekspresiku, karena ia langsung menggandeng tanganku.
"Sebaiknya kita bersihkan lukamu," katanya begitu aku diam membatu dan tidak bergerak sesenti pun.
"Em, baiklah." Aku mengikuti Ren.
Ren memintaku duduk di bangku yang ada di taman sementara dia membasahi saputangannya dan membersihkan lukaku. Aku meringis lagi.
"Sedikit sakit," gumam Ren sambil terus mengusap lukaku. "Sabarlah Aiichi."
Aku tertegun--tepatnya baru menyadari.
Ren tahu namaku!!
"Kau... tahu... namaku..." kataku terpatah-patah.
"Tentu." Ren mengangkat wajahnya dan menatapku. "Sudah lama aku memperhatikanmu, Aiichi Shirayama."
Aku tertegun lagi.
Apakah ini mimpi??
==================>to be continued
Posted by ♥ el enma ♥ at 2:57 AM 0 comments
Labels: fanfic
fanfic : I Just Want U By My Side 2
Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 2 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
Entah kenapa, pikiranku terus dipenuhi oleh perasaan tertusuk dari tatapan itu. Telah kucoba untuk mengalihkan perhatianku dan memusatkannya pada hal-hal lain, tapi itu tidak membantu. Aku selalu memikirkan tatapan menusuk yang seolah menembus punggung, tulang-tulang, setiap sel, serat, dan dagingku.
Dan aku selalu membayangkan Ren yang melesatkan tatapan menyakitkan itu. Sungguh suatu harapan yang kosong dan semu.
Aku bodoh.
Dan semakin sering aku memikirkan hal itu, aku merasa semakin bodoh.
Bodoh dan tak tahu diri...
==================
Secara tak sadar, aku telah termenung cukup lama sambil menggigiti ujung pensilku yang berbentuk segitiga. Aku telah melupakan fakta bahwa aku harus segera mengerjakan PR bahasa Inggrisku yang cukup banyak dan harus dikumpulkan besok.
Aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Pikiranku hanya tertuju pada tatapan itu. Tatapan Ren... mungkin.
Astaga, tatapan bodoh itu mampu menjadikan aku, Aiichi, dari seorang murid rajin yang baik-baik menjadi seorang yang suka melamun dan tolol.
Aku benci itu.
Kuedarkan pandanganku ke arah buku PRku dan sebuah kamus Oxford besar dan tebal yang terbuka lebar di atas meja belajar, siap menyediakan arti-arti dari kosakata yang tidak kumengerti. Tapi aku tidak bisa berpikir sama sekali. Aku kehilangan minat mengerjakan tugas-tugasku. Bahkan pelajaran bahasa Inggris yang kusukai...
Aku menutup semua buku yang tergeletak di atas meja belajarku. Mungkin aku bisa mencontek tugas Ai-chan besok.
Karena kelelahan, kubiarkan diriku terhempas di atas tempat tidur, dan tertidur pulas setelah cukup lama memejamkan mata.
Aku lelah.
==================
"Kenapa kau tidak mengerjakan tugasmu sendiri, Aiichi?" tanya Ai-chan sementara aku menyalin tugas bahasa Inggrisnya dengan terburu-buru. "Setahuku, kamu sangat menyukai bahasa Inggris."
Aku menggigit bibir bawahku, berhenti menyalin sejenak. "Memang, tapi aku sulit berkonsentrasi akhir-akhir ini."
Ai-chan mengerutkan keningnya.
Aku tahu ia pasti bingung. Aku kan salah seorang siswa teladan di sini. Orang yang mempunyai daya konsentrasi sangat tinggi. Orang yang bahkan bisa menghafal satu bab pelajaran biologi di dalam stadion sepak bola yang ramai oleh sorak-sorai penonton.
"Ren?" tebak Ai-chan. Ia berusaha menatap wajahku yang sedang serius menyalin PRnya.
Sepertinya wajahku sedikit memerah, karena pada detik berikutnya ia melanjutkan kata-katanya.
"Sudah kuduga," kata Ai-chan senang. "Bila ada suatu hal yang bisa mengusik konsentrasi Aiichi yang sangat serius ini, hal itu pastilah Ichimoku Ren, si andalan klub kendo."
Yang juga jago bahasa Inggris, tambahku dalam hati. Ren memang sempurna luar-dalam. Dalam olahraga, ya. Dalam pelajaran, ya.
Cuma ada satu kekurangannya : bergaul dengan cowok-cowok konyol dan cewek-cewek cheerleader yang keganjenan dan memiliki tawa bernada sopran itu.
Pastilah aku telah terdiam begitu lama dan membuat Ai-chan kesal, karena Ai-chan meminta izin untuk menelepon Madara, pacarnya.
Kadang-kadang aku iri melihat Ai-chan. Ia begitu mungil, manis, dan lincah. Menyenangkan, begitu pendapat orang-orang mengenai Ai-chan. Terlebih lagi, ia mempunyai orang yang begitu mencintainya seperti Madara.
Pikiranku mulai melayang lagi.
Seandainya Ren juga mencintaiku seperti aku mencintainya...
==================
Sepertinya aku memang sial minggu ini.
Setelah kemarin aku harus melewati kumpulan orang-orang paling sempurna di sekolah, sekarang aku harus kembali melewati mereka UNTUK KEDUA KALINYA.
Mereka masih lengkap seperti kemarin, dengan susunan anggota yang sama dan posisi yang sama pula.
Cewek-cewek itu masih bergenit-genit ria dengan gaya yang sama, berikut tawa sopran melengking mereka.
Mereka sungguh-sungguh membuatku muak. Kenapa klub kendo harus bersama-sama dengan klub cheerleader itu?
Rasa cemburuku berkobar hebat begitu melihat salah seorang dari cewek-cewek cheerleader itu memeluk Ren dengan gaya manja. Dan Ren tidak terlihat keberatan.
Aku tidak bisa bergerak. Kakiku seolah tertanam di bawah lantai.
Salah seorang dari cewek-cewek itu kembali melihat kepadaku. Ia menyeringai dan berbalik pada teman-temannya, seolah membisikkan sesuatu. Detik berikutnya, tawa-tawa soprano itu meledak lagi. Kali ini beberapa anggota klub kendo ikut tertawa. Salah seorang di antaranya menepuk-nepuk pundak Ren dan menunjuk-nunjuk ke arahku, lalu kembali tertawa terbahak-bahak.
Mukaku serasa terbakar. Kutatap wajah Ren dengan perasaan sedih dan tertusuk-tusuk. Tanpa kuduga, Ren membalas tatapanku dengan tatapan... prihatin? Ia tersenyum lembut. Bila kulihat dari gesturnya, tampaknya ia akan beranjak dari tempatnya dan mendekatiku.
Tapi detik berikutnya, salah seorang dari cewek-cewek itu menarik perhatian Ren dariku dengan menunjukkan sesuatu yang berada di layar ponselnya. Ren tersenyum kecil, dan sudah melupakan aku.
Sesuatu yang remeh dari cewek-cewek centil itu berhasil mengoyakkan perhatian Ren terhadapku. Mengesalkan.
Dengan sakit hati, aku berjalan mendekap buku-bukuku dan berjalan melewati mereka.
==================>to be continued
Posted by ♥ el enma ♥ at 2:48 AM 0 comments
Labels: fanfic
fanfic : I Just Want U By My Side 1
Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 1 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
-prolog-
Mungkin aku yang berada di sini tak tampak bagimu. Tak berarti.
Mungkin bagimu, ada maupun tiadanya diriku sama saja bagimu. Aku bukan siapa-siapa bagimu.
Mungkin...
Tapi bagiku, kau segalanya. Meski kau menganggapku tiada, meski kau tidak pernah melihatku...
Kau segalanya bagiku. Aku mencintaimu...
==================
-chap 1-
"Aku mencintaimu..."
Kata-kata itu terlontar untuk ke-sekian kalinya dari bibirku. Ya, ke-sekian kalinya DALAM MIMPI. Tentu saja, karena dalam kehidupan nyata aku tidak pernah bisa mengatakan hal itu kepadanya. Bahkan menyapanya pun tidak bisa. Entah mengapa, rasanya lidahku kelu kalau melihatnya. Tubuhku serasa lemas, dan segera jantungku bertalu-talu dengan berisik, dan wajahku berangsur-angsur menjadi merah.
Orang yang berada di depanku menunjukkan ekspresi yang tidak enak. Sepertinya ia baru mendapat teror bom atau ancaman pembunuhan dari rivalnya. Entahlah, sulit menjelaskan ekspresinya. Mungkin lebih tepat menyebut ekspresi itu dengan sebutan 'makan salad busuk dengan mayonaise kadaluarsa plus keju berjamur'.
Dan akhirnya bibir orang itu terbuka. Gerakan yang sungguh manis, mengingat aku sedang menunggu sebuah kalimat jawaban darinya. Jantungku berdegup pelan. Dalam sekejap tubuhku dijalari perasaan nervous dan... penasaran.
"Aiichi, maaf aku..."
==================
-i wanna be by your side-
"TIDAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!"
Megap-megap, aku terbangun dari mimpiku. Mimpi buruk.
Apa namanya bukan mimpi buruk kalau cowok yang kau sukai--satu-satunya cowok yang pantas diidolakan dan yang kusukai sampai kapanpun--menolakmu?
Aku menyibakkan selimut yang kupakai, duduk tanpa tenaga setelah terbangun dengan banjir keringat. Jantungku berdenyut-denyut perih. Rasanya seperti benar-benar ditolak oleh Ren...
"Aiichi...!" Tiba-tiba terdengar suara Mami Hone di depan pintu. "Aiichi, kamu terbangun?"
Seolah-olah baru ditarik dari pusaran yang tadi menyerapku, lama baru aku menjawab, "Iya Mi..."
"Tidurlah..." Suara Mami terdengar lembut. "Besok kamu sekolah, nak. Kalau kamu bolos sekolah selain sakit atau disuruh Mami, uang jajanmu Mami potong lima puluh persen!"
Mami ini! Dasar mata duitan! Di mana-mana kan uang jajan anak sekolah itu harus seratus persen! FULL!
Tidak boleh ada diskon sepersen pun! Yang boleh diskon itu cuma toko!
Tuh kan, gara-gara Mami aku jadi lupa pada mimpiku tadi dan Ren.
Cepat, aku menyelusup lagi ke bawah selimut yang tadi kusibakkan, mencoba memejamkan mata dan memasuki lagi mimpi yang menyakitkan itu lagi. Atau kalau bisa mengulang semuanya dari awal, mengharapkan hasil yang berbeda.
Ah, Ren...
==================
-when i see you...-
Dia di sana.
Ren dan kawan-kawanny berdiri di sana, bersandar pada tembok pembatas di koridor yang saat ini lumayan ramai. Cewek-cewek anggota klub cheerleader mengerubungi mereka layaknya semut mengerubungi gula. Tampak mencolok, memang. Orang-orang yang keren dan cantik berkumpul bersama. Kontras sekali dengan isi koridor yang rata-rata hanya berisi anak-anak dengan wajah pas-pasan.
Hmmm, untuk apa anak-anak cheerleader itu mengerubungi anak-anak klub kendo seperti Ren dan teman-temannya? Klub kendo kan tidak perlu tim pemandu sorak yang kelewat norak seperti mereka!
Salah seorang dari cewek-cewek itu menoleh dan menatapku, lalu ia berbalik dan membisikkan sesuatu pada teman-temannya. Setengah detik kemudian terdengar cekikikan (sok) geli dan celetukan-celetukan bernada soprano.
Pasti aku.
Kutundukkan kepala dan kudekap buku-buku yang kubawa semakin erat. Aku melangkah melewati mereka. Rasanya ingin aku menoleh dan menatap Ren, walau hanya sebentar, tapi aku tidak sanggup. Jadi, kuayunkan saja langkahku cepat-cepat dan melewati mereka.
Dan rasanya pandangan seseorang menusukku.
Tapi aku mencoba untuk tidak peduli...
==================>to be continued ~
Posted by ♥ el enma ♥ at 12:18 AM 0 comments
Labels: fanfic
Sunday, September 20, 2009
a piece of my world . . .
KONNICHIWAA !!!
Namaku Aiichi .
Ya , bukan nama yang sebenarnya sih ...
Tapi itulah namaku di dunia maya .
Pertama kali aku bergabung di dunia maya adalah waktu aku kelas 3 SMP di bulan Agustus .
Account pertama yang kupunya adalah e-mail Yahoo! .
Lalu kuputuskan untuk bergabung di socialize network , Friendster , yang saat itu sedang booming .
Setahun kemudian , pada bulan September tanggal 27 , aku bergabung dengan socialize network Facebook hingga sekarang .
Aku sendiri sudah tidak menggunakan account Friendster-ku .
Selama aku bergabung dengan web-web itu , orang-orang menganggapku ceria .
Padahal sebenarnya tidak begitu :(
Aku ini terlihat tegar dan ceria , padahal sebenarnya aku ini orang yang rapuh .
Tapi aku selalu menutupi kerapuhanku ini dengan segala topeng keceriaan dan tawa .
Hidupku tidaklah mudah , sama seperti kebanyakan orang .
Sebagai remaja berusia 15 tahun , aku menemukan banyak masalah di hidupku .
Akhir-akhir ini hubunganku dengan ibuku tidak terlalu baik .
Setiap Ibu melontarkan kemarahannya , aku hanya bisa berdiam diri , lalu mengunci diri di kamarku sambil menangis .
Bodoh ya aku ?
Berpura-pura tegar seperti tembok , tapi sebenarnya aku rapuh . . .
Posted by ♥ el enma ♥ at 5:01 AM 0 comments
Labels: intro


