Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 5 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
Dengan mata yang basah dan hati yang tertusuk-tusuk perih, aku berjalan mengikuti Ren. Pandanganku buram, jadi aku mengandalkan Ren untuk menunjukkan jalan bagiku.
Langkah Ren berhenti, jadi aku ikut berhenti. Tempat yang kupijak ini berangin. Sejuk. Kesukaanku.
Air mataku masih terus mengalir. Pipiku terasa dingin karena bekas-bekas air mata terhembus angin dingin. Sesuatu menyentuh wajahku.
Jari-jemari Ren.
Ren mengusap wajahku yang penuh air mata, tapi hal itu malah membuatku menangis semakin keras. Isakan demi isakan terlepas dari pita suaraku. Dalam sedu sedanku, aku bercerita, terpatah-patah.
"Mereka... bilang... aku... tidak pantas... dekat... dengan... mu... uhk uhk..."
Kalimatku tersengal-sengal. Mengesalkan.
Hatiku benar-benar tersayat-sayat. Aku benci cewek-cewek cheerleader!!
Tanpa kuduga, Ren menarikku ke dalam pelukannya. Dadanya bidang, tubuhnya tegap. Aroma parfum Ren benar-benar menyenangkan. Tangannya mengusap-usap rambutku.
"Sshhh..." desisnya lembut. "Tak seorang pun boleh bilang ada yang tak pantas berada di dekatku."
Aku membenamkan wajahku yang basah ke dada Ren, lalu menangis lebih keras.
"Mereka... uhk, bilang... begitu..."
Lengan-lengan Ren yang kokoh semakin erat memelukku.
"Siapa..." Terdengar emosi yang berbeda dalam suara Ren. Seperti marah. "... yang berani mengatakan itu pada gadisku?"
"Kanna..." jawabku sambil menahan nafas. Syok. Apa yang Ren bilang tadi? Gadisku? Aku? GadisNYA???
"Kan-na..." Walau pelan, aku masih bisa mendengar kata-katanya.
Ren terdiam.
Lengan-lengannya terus memelukku, sementara jantungku terus berdetak kencang.
==================
Pandanganku menerawang ke arah langit-langit kamar. Kali ini benar-benar menerawang, aku tahu itu.
Aku mencintai Ren. Mutlak.
Tak ada hal lain yang dapat menggeser posisi ini. Absolut.
Dadaku terasa panas.
Am I absolutely in love with him?
...
Really?
==================
Mata Ai-chan membulat waktu aku menceritakan kejadian kemarin siang padanya. Sedetik kemudian muncul seringaian di wajahnya, tanda bahwa ia akan segera menginterogasiku. Benar saja.
"Wuahhh... romantisnya!" goda Ai-chan. Aku melirik padanya, menyuruhnya tutup mulut. Aku tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Aku cukup trauma.
"Maaf, maaf." Ai-chan buru-buru memelankan suaranya. "Aku terlalu senang mendengar Ren memelukmu. Kau maju satu langkah, Aiichi!"
Aku tersenyum malu-malu. Untung Kanna dan dua dayang-dayangnya sedang berada di luar kelas. Kalau tidak, mereka pasti akan mengintimidasi aku lagi.
"Ren menyebutmu 'gadisnya'?" tanya Ai-chan tak yakin, sama seperti perasaanku.
Pipiku bersemu kemerahan. Aku tahu itu, karena pipiku terasa memanas, dan seringaian Ai-chan menjadi-jadi.
"Aaaaahhhh, sudah jangan dibahas! Sebaiknya kita cepat-cepat memakan bento kita sebelum bel berbunyi!" Dengan gugup aku menjepit sosis gurita dengan sumpit biruku. Tapi sosis itu terlepas, karena aku menangkap sosok Ren.
Yang tersenyum lebar ke arahku.
Aku tak ingat apa reaksiku, tapi kalau melihat seringaian Ai-chan, sepertinya tindakanku barusan agak memalukan...
==================
Hari Rabu!
Aku tersenyum senang. Hari Rabu selalu memberi keberuntungan bagiku. Aku cintaaaaa hari Rabu!
Selain ada kegiatan klub yang sangat kusukai, hari Rabu kali ini adalah hari pengumuman hasil ujian tengah semester satu. Aku mendapat peringkat dua umum. Peringkat satu tentu saja diraih oleh makhluk paling sempurna di dunia, Ren. Ai-chan mendapat peringkat dua puluh tiga umum. Sedangkan Kanna dan dayang-dayangnya ada di bawah peringkat tiga ratus.
Senyumanku terus mengembang, sampai kulihat Kanna--si keriting ikal--beserta pengikut-pengikut setianya berjalan ke arahku. Mau apa dia? Ekspresi mereka dibuat sok garang. Menyebalkan.
"Shirayama!" panggil si pirang dengan nada galak. Aku menyipitkan mata menatap mereka.
"Ada apa?" tanyaku sesopan mungkin. Mami Hone membiasakanku untuk bersikap sopan pada siapa saja.
BRAAAAAAAKKKKK!!!!
Kanna menggebrak papan pengumuman di belakangku.
"Jangan macam-macam kau, Shirayama!" Pandangan mata Kanna menyipit sadis. "Jangan dekati Ren!!"
==================>to be continued ~
Monday, September 21, 2009
Fanfic : I Just Want U by My Side 5
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment