Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 2 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
Entah kenapa, pikiranku terus dipenuhi oleh perasaan tertusuk dari tatapan itu. Telah kucoba untuk mengalihkan perhatianku dan memusatkannya pada hal-hal lain, tapi itu tidak membantu. Aku selalu memikirkan tatapan menusuk yang seolah menembus punggung, tulang-tulang, setiap sel, serat, dan dagingku.
Dan aku selalu membayangkan Ren yang melesatkan tatapan menyakitkan itu. Sungguh suatu harapan yang kosong dan semu.
Aku bodoh.
Dan semakin sering aku memikirkan hal itu, aku merasa semakin bodoh.
Bodoh dan tak tahu diri...
==================
Secara tak sadar, aku telah termenung cukup lama sambil menggigiti ujung pensilku yang berbentuk segitiga. Aku telah melupakan fakta bahwa aku harus segera mengerjakan PR bahasa Inggrisku yang cukup banyak dan harus dikumpulkan besok.
Aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Pikiranku hanya tertuju pada tatapan itu. Tatapan Ren... mungkin.
Astaga, tatapan bodoh itu mampu menjadikan aku, Aiichi, dari seorang murid rajin yang baik-baik menjadi seorang yang suka melamun dan tolol.
Aku benci itu.
Kuedarkan pandanganku ke arah buku PRku dan sebuah kamus Oxford besar dan tebal yang terbuka lebar di atas meja belajar, siap menyediakan arti-arti dari kosakata yang tidak kumengerti. Tapi aku tidak bisa berpikir sama sekali. Aku kehilangan minat mengerjakan tugas-tugasku. Bahkan pelajaran bahasa Inggris yang kusukai...
Aku menutup semua buku yang tergeletak di atas meja belajarku. Mungkin aku bisa mencontek tugas Ai-chan besok.
Karena kelelahan, kubiarkan diriku terhempas di atas tempat tidur, dan tertidur pulas setelah cukup lama memejamkan mata.
Aku lelah.
==================
"Kenapa kau tidak mengerjakan tugasmu sendiri, Aiichi?" tanya Ai-chan sementara aku menyalin tugas bahasa Inggrisnya dengan terburu-buru. "Setahuku, kamu sangat menyukai bahasa Inggris."
Aku menggigit bibir bawahku, berhenti menyalin sejenak. "Memang, tapi aku sulit berkonsentrasi akhir-akhir ini."
Ai-chan mengerutkan keningnya.
Aku tahu ia pasti bingung. Aku kan salah seorang siswa teladan di sini. Orang yang mempunyai daya konsentrasi sangat tinggi. Orang yang bahkan bisa menghafal satu bab pelajaran biologi di dalam stadion sepak bola yang ramai oleh sorak-sorai penonton.
"Ren?" tebak Ai-chan. Ia berusaha menatap wajahku yang sedang serius menyalin PRnya.
Sepertinya wajahku sedikit memerah, karena pada detik berikutnya ia melanjutkan kata-katanya.
"Sudah kuduga," kata Ai-chan senang. "Bila ada suatu hal yang bisa mengusik konsentrasi Aiichi yang sangat serius ini, hal itu pastilah Ichimoku Ren, si andalan klub kendo."
Yang juga jago bahasa Inggris, tambahku dalam hati. Ren memang sempurna luar-dalam. Dalam olahraga, ya. Dalam pelajaran, ya.
Cuma ada satu kekurangannya : bergaul dengan cowok-cowok konyol dan cewek-cewek cheerleader yang keganjenan dan memiliki tawa bernada sopran itu.
Pastilah aku telah terdiam begitu lama dan membuat Ai-chan kesal, karena Ai-chan meminta izin untuk menelepon Madara, pacarnya.
Kadang-kadang aku iri melihat Ai-chan. Ia begitu mungil, manis, dan lincah. Menyenangkan, begitu pendapat orang-orang mengenai Ai-chan. Terlebih lagi, ia mempunyai orang yang begitu mencintainya seperti Madara.
Pikiranku mulai melayang lagi.
Seandainya Ren juga mencintaiku seperti aku mencintainya...
==================
Sepertinya aku memang sial minggu ini.
Setelah kemarin aku harus melewati kumpulan orang-orang paling sempurna di sekolah, sekarang aku harus kembali melewati mereka UNTUK KEDUA KALINYA.
Mereka masih lengkap seperti kemarin, dengan susunan anggota yang sama dan posisi yang sama pula.
Cewek-cewek itu masih bergenit-genit ria dengan gaya yang sama, berikut tawa sopran melengking mereka.
Mereka sungguh-sungguh membuatku muak. Kenapa klub kendo harus bersama-sama dengan klub cheerleader itu?
Rasa cemburuku berkobar hebat begitu melihat salah seorang dari cewek-cewek cheerleader itu memeluk Ren dengan gaya manja. Dan Ren tidak terlihat keberatan.
Aku tidak bisa bergerak. Kakiku seolah tertanam di bawah lantai.
Salah seorang dari cewek-cewek itu kembali melihat kepadaku. Ia menyeringai dan berbalik pada teman-temannya, seolah membisikkan sesuatu. Detik berikutnya, tawa-tawa soprano itu meledak lagi. Kali ini beberapa anggota klub kendo ikut tertawa. Salah seorang di antaranya menepuk-nepuk pundak Ren dan menunjuk-nunjuk ke arahku, lalu kembali tertawa terbahak-bahak.
Mukaku serasa terbakar. Kutatap wajah Ren dengan perasaan sedih dan tertusuk-tusuk. Tanpa kuduga, Ren membalas tatapanku dengan tatapan... prihatin? Ia tersenyum lembut. Bila kulihat dari gesturnya, tampaknya ia akan beranjak dari tempatnya dan mendekatiku.
Tapi detik berikutnya, salah seorang dari cewek-cewek itu menarik perhatian Ren dariku dengan menunjukkan sesuatu yang berada di layar ponselnya. Ren tersenyum kecil, dan sudah melupakan aku.
Sesuatu yang remeh dari cewek-cewek centil itu berhasil mengoyakkan perhatian Ren terhadapku. Mengesalkan.
Dengan sakit hati, aku berjalan mendekap buku-bukuku dan berjalan melewati mereka.
==================>to be continued
Monday, September 21, 2009
fanfic : I Just Want U By My Side 2
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment