Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 4 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
Ren tahu namaku? Pastilah ini mimpi. Ya, mimpi. Mimpi yang sangat indah.
Aku berjalan pelan dalam perjalanan pulang ke rumah. Pikiranku kembali melayang-layang. Tapi kali ini karena bahagia.
Ini bukan mimpi kan? Berkali-kali aku mencubit lenganku untuk memastikannya. Sakit. Nyata. Hmmm, padahal kalau ini mimpi, kuharap aku tidak akan terbangun...
==================
Aku menjadi semakin sering melamun di sekolah. Jarang memperhatikan pelajaran dan pembicaraan dengan orang. Kalau ditanya, kebanyakan aku menjawab, "Apa?", tapi tetap sulit mengerti meski orang itu sudah mengulangi pertanyaannya.
Hal ini tentu saja membuat Ai-chan kesal. Ia menceritakan pengalaman kencannya dengan Madara pada hari Sabtu kemarin, tapi aku sama sekali tidak memperhatikan.
Setelah selesai bercerita, komentar yang kuungkapkan cuma "Oohh...", padahal Ai-chan telah bercerita panjang-lebar.
"Kamu kenapa, Aiichi?" tanya Ai-chan bingung.
Aku tidak menjawab pertanyaannya, malahan tersenyum-senyum bodoh waktu melihat Ren melewati kelasku. Ia sempat melirik dan tersenyum padaku. Jantungku sampai mau meledak!
Ai-chan mengikuti arah pandanganku.
"Ichimoku Ren," desisnya gemas. "Apa yang terjadi di antara kalian sampai kalian bertukar senyum begitu? Kau berhutang satu cerita padaku!"
"Tidak ada kejadian apa-apa antara aku dan Ren selama hari Ming--" Ups. Sial, aku keceplosan. Mata Ai-chan langsung berkilat mendengar kata-kataku.
"Tuh kannn!"
Ai-chan melompat duduk ke atas mejaku dan merangkulku. "Nah, ayo!"
==================
Ai-chan tersenyum-senyum setelah mendengar ceritaku. "KEMAJUAN!"
Aku agak kaget mendengar jeritannya. Seisi kelas langsung menoleh ke arah kami. Terima kasih, Ai-chan.
Karena sekarang adalah pelajaran kosong, semua murid bersikap seenaknya. Beberapa dari mereka mendatangiku dan Ai-chan.
"Apa yang kemajuan, Shirayama?" tanya salah seorang dari mereka, cewek anggota klub cheerleader centil. "Kebiasaanmu melamun di kelas?"
Cekikikan soprano itu kembali bergaung di sekitarku.
Mukaku terasa panas. Ai-chan melirikku dengan perasaan tak enak.
"Heh, kutu buku! Nggak usah sok kecakepan deh, ya! Mentang-mentang tadi Ren tersenyum padamu!" Cewek lainnya yang berambut keriting berkata dengan nada pedas. "Keganjenan!"
"Betul." Cewek berambut pirang menyahut. "Mana mungkin Ren yang ganteng itu naksir pada cewek ini?"
Lalu mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.
"Hentikan!" Tiba-tiba kudengar suara Ai-chan. "Sah-sah saja menurutku kalau Ren-kun naksir pada Aiichi. Yang aneh itu kalau Ren-kun naksir pada KALIAN."
Cewek ikal itu mengerutkan alisnya. "Kau tidak terima ya kalau Shirayama ini memang tidak layak untuk Ren?"
Gemetar, kulihat tangan Ai-chan bergerak untuk menampar si ikal, tapi segera kutahan tangannya.
"Jangan cari masalah dengan mereka, Ai-chan," kataku.
Mereka semua terdiam.
"Permisi, aku ingin ke toilet." Aku keluar kelas dan meninggalkan mereka semua.
==================
Bohong kalau kubilang aku tidak sakit hati. Hatiku sangat sakit, bagai didera cambuk berduri dan dihunus-hunus pedang yang sangat tajam.
Kubiarkan air mataku tumpah saat aku menunduk dan menopangkan tanganku pada pinggiran wastafel. Mungkin setelah menangis aku akan merasa lebih enak.
Dasar cewek-cewek bodoh! Memangnya cuma mereka yang boleh mendapat senyuman dari Ren?
Aku terus mengumpat-umpat cewek-cewek kurang ajar itu. Air mataku masih terus mengalir.
Bel tanda ganti pelajaran berbunyi nyaring. Aku harus segera kembali ke kelas agar tidak dimarahi guru. Kuhapus sisa-sisa aliran air mata di pipiku dan beranjak keluar dari toilet.
Kakiku melangkah pelan ke kelas. Entah kenapa, rasanya enggan untuk kembali ke sana. Pikiranku bercabang. Aku tidak fokus pada jalan. Akibatnya aku menabrak seseorang.
"Hati-hati Aiichi."
Suara itu. Suara yang sangat akrab di telingaku. Aku mengangkat wajahku. Ren!
"A..." Ren terlihat kaget melihat wajahku. "Kau kenapa?"
Aku cuma bisa terdiam membisu.
"Baiklah." Ren meraih tanganku. "Ikut aku."
Detak jantungku mendadak semakin cepat. Tapi aku tetap membiarkan Ren menggandengku.
==================>to be continued
Monday, September 21, 2009
fanfic : I Just Want U By My Side 4
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment