BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Thursday, November 26, 2009

walk around and stand against the day

ok , here I am .
standing alone against the day .
walking around before , then stop here .

ok , I won't look back anymore .
I'm here , for whoever I am .
for whoever I love .

I won't regret anymore .
I won't look back to my past .
'cause I live for today ,
today
today

《yesterday was a history . tomorrow is a mistery . but today is a gift , that's why we called it "present"》

Sunday, November 22, 2009

benci benci BENCI

gw gaq ngerti apa maux tu orang !
COPYCAT ! PLAGIATOR ! PEMBAJAK !!!

apa mxdx pake notes gw gaq ngmg" ?!!
udh gt dgn pengecutx gaq mw ngmg !!
nge-remove gw !!
gaq mw approve gw !!

NAJIS NAJIS NAJIS !!

knapa dy gaq mw HAPUS FANFICX ?!!

Saturday, November 21, 2009

Making my way downtown
Walking fast, faces pass and I'm homebound
Staring blankly ahead
Just making my way
Making a way through the crowd

And I need you
And I miss you
And now I wonder

If I could fall into the sky
Do you think time would pass me by
Cause you know I'd walk a thousand miles
If I could just see you tonight

It's always times like these
When I think of you
And wonder if you ever think of me
Cause everything's so wrong and I don't belong
Living in your precious memory

Cause I need you
And I miss you
And now I wonder

If I could fall into the sky
Do you think time would pass me by, oh
Cause you know I'd walk a thousand miles
If I could just see you tonight

And I, I don't wanna let you know
I, I drown in your memory
I, I don't wanna let this go
I, I don't

Making my way downtown
Walking fast, faces pass and I'm homebound
Staring blankly ahead
Just making my way
Making a way through the crowd

And I still need you
And I still miss you
And now I wonder

If I could fall into the sky
Do you think time would pass us by
Cause you know I'd walk a thousand miles
If I could just see you, oh, oh

If I could fall into the sky
Do you think time would pass me by
Cause you know I'd walk a thousand miles
If I could just see you
If I could just hold you tonight

Friday, November 20, 2009

kumpulan quotes ~ haha

"revenge granted"
→ wanyuudou ←

″i am a demonic butler″
→ sebastian michaelis ←

″just do it″
→ nike ←

″take it easy″
→ anonymus ←

″even a doll has its own heart″
→ reika ←

″simple is the best″
→ anonymus ←

″love is to give , fall in love is to own″
→ S.M ←

fanfic : Me, A Doll ||oneshot||

Title : Me, A Doll
Author : Reika El Enma Ai a.k.a Jigoku Shoujo
Length : 1/1 ~ o n e s h o t ~
Genre : Fluff
Rating : PG15+
Fandom :
Reika ~~~> me
Sebastian ~~~> pii
OOC
A/N : sbnerx gaq ada yg aneh” dr fic ini ~~
cuma karena saia sbg author lg umur 15 *hyahahahaha* , jd sok”an aja pk rating 15 ~~
ni fanfic ntuh hasil ‘perpanjangan’ dr notes ‘~ curhat or poem ? i dunno ~
wekekekekekek ~
bersiaplah menonton perasaan q ~
XDD
xoxo
-el enma-

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

hey master…
look at me, I am here…
please look into my eyes…
can you see?
I’m deeply hurt…

hey master…
don’t you realize,
that my heart’s torn apart?
and do you know,
who did it?

hey master…
can’t you realize,
that there’s someone who wait you all the time,
and accept you whoever you are?

I do.

hey master…
do you know,
that I used to be a girl
a normal one
a human…

hey master…
do you know who turned me to be a doll?

hey master…
do you know so,
that a doll has its own heart too?
even doll’s heart can be torn apart too…


hey master…
can’t we be one?
yea, I know.
doll and human aren’t supposed to be one.

then I’ll be here.
waiting for you…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“someday I fall in love with a man”

“he turned me to be a doll”

“and then he left me”

“left me when I was a doll”

“then he came back”

“with another woman”

“didn’t he think about me?”

“didn’t he think about me?”

“about my feelings?”

“you know”

“doll and human are not supposed to be one”

“yea”

“I know, master”

“I really do”

“but master”

“do you know”

“even the doll has its own heart”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Salju lagi.

Aku menatap lapisan kaca yang dibingkai panel jendela kayu berwarna putih. Putih, sama seperti hamparan benda yang terbentang di luar toko tempat aku disimpan. Bola mata plastikku yang berwarna biru menatap butiran-butiran kristal es yang melayang turun dari langit. Manusia-manusia yang mengunjungi toko ini dalam setengah bulan terakhir mengeluhkan salju itu dingin, tapi entahlah. Aku tidak pernah bisa merasakan rasa dingin itu.

Tangan-tangan kecilku menyentuh lapisan mika yang memisahkan diriku dengan dunia luar, tempat aku akan berpijak bila ada seseorang yang membeliku nanti dan membawaku ke dalam rumah, lengkap dengan peti kayuku yang disimpan oleh si penjual di dalam gudang. Peti tempat aku berada ketika aku diciptakan.

Cukup lama juga aku dipajang di dalam toko ini, dan tak seorangpun bersedia menukarkan uangnya untuk mendapatkanku dalam dekapan mereka. Tentu saja, aku hanyalah sebuah boneka rozen maiden yang tua, umurku kira-kira hampir setengah abad. Ya, selama itu aku dipajang di rak yang berada dalam toko tua yang antik ini. Boneka-boneka yang dipajang di sebelahku sudah berganti ratusan kali, tapi aku tetap di sini, terpajang dalam kebisuan.

Bel di atas pintu toko berdenting nyaring. Ada seseorang yang datang. Toko ini memang toko kuno, sang pemilik masih setia memajang bel tua berkarat di atas pintu sebagai pertanda ada orang mengunjungi toko tuanya. Kudongakkan kepala porselenku yang dihiasi helai-helai rambut ikal berwarna kuning keemasan, berusaha mencari tahu siapa yang datang.

Seorang pria. Ia berambut hitam lembut dengan poni sedikit panjang yang menjuntai ke dahinya. Kulitnya putih, hampir sewarna dengan tubuh porselenku. Senyumnya manis, dan ia mengenakan setelan jas hitam yang sangat cocok untuknya. Kupasang kedua telinga porselenku baik-baik dan berusaha mendengarkan percakapan antara pemilik toko dan pria itu dari balik lapisan mika yang menghalangiku.

“Kudengar Anda mempunyai sebuah boneka perempuan antik berusia setengah abad.” Pria itu menatap mata sang penjaga toko, kedua bola matanya berwarna merah, warna mata yang tak lazim. Warna yang seharusnya hanya dimiliki oleh boneka sepertiku.

“Benar sekali,” jawab si pemilik toko. “Apa Anda datang untuk melihatnya?”

“Ya.”

Aku mendesah pelan, walau boneka tak bisa menghembuskan udara dari hidung palsunya. Apa yang pria itu maksud adalah aku? Boneka perempuan antik setengah abad itu aku, satu-satunya boneka tua di dalam toko yang juga tua ini.

“Inikah dia?” Jari telunjuk pria itu teracung ke arahku. Aku berusaha sediam mungkin agar terlihat menarik. Tindakan yang sia-sia, mengingat aku hanyalah boneka tua yang hampir rusak.

“Benar.” Pemilik toko menjawab.

“Aku ingin melihatnya dari dekat, bolehkah?”

Pemilik toko bergumam tak jelas, lalu meraih pegangan pintu kayu yang merupakan bagian belakang rak etalase tempatku berada. Terdengar derit engsel berkarat di belakangku, dan detik berikutnya sepasang tangan yang sudah keriput dan gemetar meraihku dan memberikanku ke dalam pelukan pria tersebut. Aku merasa gelisah tak keruan, perasaan yang belum pernah kurasakan sebagai boneka.

“Cantik sekali, aku menyukainya.” Pria itu menyentuh rambutku dengan jari-jarinya.

“Kau tidak mau boneka yang lain?” Pemilik toko langsung merusak segala harapanku. “Ia hanyalah boneka tua yang konyol dan usang. Tak lama lagi ia akan menjadi sampah.”

“Aku hanya mau yang ini. Berapa harganya?”

“Ambil saja.” Pria tua pemilik toko itu mengusap-usap janggutnya yang kelabu. “Ia hampir tak ada harganya. Ia hanya boneka bodoh yang penuh misteri.”

Kalau saja tak ada pria yang sedang memeluk tubuh mungilku ini, aku akan melupakan etiket boneka yang manis dan pendiam, aku akan menjerit-jeritkan cacian kematian untuknya. Untuk apa aku diberi pita suara buatan? Hei, tapi aku hanyalah boneka. Baru kali ini aku merasakan perasaan seperti ini.

Kini pria itu membawaku pulang, bersama dengan peti kayuku yang sudah usang dan berdebu. Hmmm, kurasa ia akan menjadi tuan yang baik.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Namamu Reika.”

Aku menatapnya dengan pandangan kosong. Bola mata kacaku yang berwarna biru hanya bisa menatap tanpa berkedip sosok sempurna yang telah menjadi tuanku itu.

“Reika berarti ‘bunga yang cantik’.” Bibirnya membentuk seulas senyum manis yang membuat mata plastikku tak ingin mengalihkan pandanganku dari sana. “Reika, namaku Sebastian.”

Sebastian, aku mengulangi nama tuanku dalam hati. Mulai sekarang, Sebastian adalah tuanku. Aku akan selalu berada di sisinya, siapapun dia.

ннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннннн

“Kau tahu,” kata Sebastian setelah beberapa hari tinggal bersamaku. “Aku merasa kau bukan boneka. Kau seperti manusia.”

Kutatap ia dengan pandangan tak mengerti. Sebastian menyentuh pipi porselenku dengan kedua tangannya. Rasa gelisahku bertambah luar biasa. Dalam hati aku bertanya-tanya perasaan apa ini. Aku belum pernah mengetahui perasaan seperti ini.

“Bisakah kau berbicara? Pemilik toko mengatakan bahwa kau dibuat seperti manusia, mempunyai pita suara dan... jantung.”

Bola mata plastikku bergerak menatap sosoknya yang berada kira-kira tiga puluh sentimeter di atasku. Oh, ternyata bola mataku bisa bergerak. Pantas aku bisa melihat boneka-boneka di sampingku berganti-ganti.

“Matamu bergerak.” Sebastian menambahkan.

“Ya.” Tanpa sadar aku menjawab. Ternyata pita suaraku benar-benar bisa mengeluarkan suara. Dan sepertinya hal itu membuat Sebastian cukup kaget, tapi ternyata tidak. Ia langsung memeluk tubuh mungilku erat-erat.

“Lepaskan aku,” bisikku dalam suara lirih. “Kau bisa menghancurkan tubuhku.”

Sebastian mundur selangkah dan tetap menatapku. “Aku sangka kau telah menghilang selama-lamanya, setelah hari kau diciptakan, kau menghilang. Boneka hidupku yang berhasil kubuat.”

Aku berusaha membuat kening porselenku berkerut. “Apa maksudmu?”

Sebuah senyum melengkung tercipta dari sudut-sudut bibir Sebastian yang terangkat. Matanya tampak bahagia.

“Reika, aku adalah penciptamu.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jadi begitu.

Sebastian adalah seorang ilmuwan yang jenius. Ia berhasil membuat dirinya awet muda, tampak berusia dua puluh tahun walau sebenarnya ia telah berusia tujuh puluh tahun lebih. Setengah abad yang lalu, ia berusaha menciptakan boneka hidup dan berhasil, yaitu aku. Tapi, satu jam setelah aku selesai dibuat, salah satu asistennya mencuriku dan menjualku ke toko tua tempatku berada selama setengah abad, dan meraih berpeti-peti uang emas dan perak dengan mengatakan bahwa aku adalah boneka misterius. Jahat sekali.

“Kau bukan boneka, Reika. Kau tadinya manusia, anak perempuan yang memaksaku untuk mengubahmu menjadi sebuah boneka agar bisa hidup abadi setengah abad yang lalu. Tidakkah kau ingat?”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Kau akan pergi?” tanyaku ketika melihat Sebastian bersiap-siap. Ia memakai jas hitamnya sebelum menoleh ke arahku.

“Ya. Hari ini aku harus menemui temanku sebagai sesama ilmuwan.”

Aku mengangguk.

“Aku akan menunggu.”

Sebastian mendekatiku dan mencium kening porselenku. Lalu ia menutup pintu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Satu minggu...

Dua minggu...

Aku terdiam di depan panel jendela, menanti kedatangan tuanku yang pergi. Kakiku terayun-ayun di atas meja kayu tempatku duduk.

Ke mana Sebastian? Aku telah duduk di depan jendela selama empat belas kali dua puluh empat jam, menanti sosoknya kembali. Entah kenapa aku ingin sekali bertemu dengannya, lagi-lagi aku dihinggapi perasaan asing yang aneh.

Satu bulan...

Dua bulan...

Sebastian telah pergi begitu lama, meninggalkanku di rumahnya seorang diri. Ada perasaan asing lain yang menghinggapi diriku. Perasaan kehilangan yang aneh. Benar-benar membuatku bingung.

Lima bulan...

Enam bulan...

Ia masih belum datang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bunyi derit pintu menyadarkanku dari dunia lain yang kuhinggapi tanpa tuanku. Pintu depan terbuka lebar, dan sesosok tubuh melangkah masuk. Dari bunyi langkahnya, aku tahu siapa itu. Tuanku, Sebastian.

Aku bergegas turun dari sofa kulit yang kududuki minggu-minggu terakhir ini dan menghampirinya.

“Se...”

“Reika.” Sebastian melangkah masuk sambil tersenyum. Saat itu baru kusadari bahwa ia tidak sendiri. Ada sesosok wanita cantik dan anggun yang mengikutinya. Perasaan asing lainnya menusuk ke dalam diriku.

“Perkenalkan, ini Sylvana, calon istriku.”

Kurasakan diriku hancur berkeping-keping. Diriku, hatiku, dan perasaan asing yang kumiliki untuk Sebastian.

‘Cinta’.

Mungkin itu.

Sejak saat itu, aku hanya duduk diam dan mematung di atas meja di sudut ruangan, sebagaimana seharusnya boneka usang bertingkah. Bahkan untuk boneka hidup sepertiku. Sebastian berbahagia bersama Sylvana, selayaknya manusia bersatu dengan manusia, tidak seperti aku, sebagaimana seharusnya boneka dan manusia tidak dapat bersatu. Tapi, seharusnya ia tahu, bahwa boneka sepertiku pun punya hati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

hey master…
look at me, I am here…
please look into my eyes…
can you see?
I’m deeply hurt…

hey master…
don’t you realize,
that my heart’s torn apart?
and do you know,
who did it?

hey master…
can’t you realize,
that there’s someone who wait you all the time,
and accept you whoever you are?

I do.

hey master…
do you know,
that I used to be a girl
a normal one
a human…

hey master…
do you know who turned me to be a doll?

hey master…
do you know so,
that a doll has its own heart too?
even doll’s heart can be torn apart too…


hey master…
can’t we be one?
yea, I know.
doll and human aren’t supposed to be one.

then I’ll be here.
waiting for you…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ĐŐĹĻ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“someday I fall in love with a man”

“he turned me to be a doll”

“and then he left me”

“left me when I was a doll”

“then he came back”

“with another woman”

“didn’t he think about me?”

“didn’t he think about me?”

“about my feelings?”

“you know”

“doll and human are not supposed to be one”

“yea”

“I know, master”

“I really do”

“but master”

“do you know”

“even the doll has its own heart”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ŌŴĄŔĨ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


reika doll [taken from rozen maiden anime] XDD






nyooooo ~~
another gaje fic from me !!
XDD

based on my notes : ~ curhat or poem ? i dunno ~
http://www.facebook.com/j.el.enmaai?v=app_2347471856&ref=profile#/notes/reika-el-enma-ai/-curhat-or-poem-i-dunno-/153638107254

@ann : thx plajaran jd bonekax ~
luv yuuu , sist !!

@nana : jiejie , makasiiiihh bwt smangatx ~
gambarimasu !!
XDD

@Karzen Dmitriy Ivanovich : woooooiiiii ~
jgn seenakx ngopi notes gw !
nih crita aslix dr notes ntuh !!
ck !


plizz komen n like ..
ini bner" isi hati q ~

Thursday, November 19, 2009

fanfic : I Just Want U By My Side 8

Title : I Just Want U by My Side

Chapter : 8 of sekian~

Genre : Drama , Romantic

Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]

Author : Reika El Enma Ai

Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D

Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara

==================

Setelah berada cukup jauh dari kelas sehingga tidak dikuntit Kanna (dan Kuminosuke-sensei), Ren memulai percakapannya setelah kami berdiam diri.

"Aiichi..."

Aku terhanyut dalam suaranya yang indah itu, sampai-sampai lupa menjawab.

"Aiichi...?" Ren mengulang panggilannya.

"Ya?" Akhirnya aku menjawab panggilan itu. Malu rasanya ketahuan aku terlarut dalam suara Ren.

"Bulan ini... ada turnamen kendo internasional di Amerika, dan aku terpilih untuk mewakili Jepang pada turnamen itu."

Aku langsung antusias mendengar kabar itu. REN akan mewakili Jepang di turnamen internasional? Keren!!

Lalu kusadari sesuatu. Suara Ren agak aneh. Nada bicaranya tidak antusias, padahal ini kan turnamennya. Saat kuperhatikan, raut wajahnya pun terlihat... sedih?

"Ren?" Tanganku terulur ke arahnya, dan jemariku menyentuh pipi Ren. "Ren? Ada apa?"

Ren tidak menjawab, ekspresi wajahnya semakin tidak enak saja. Aku menjadi cemas.

"Ren? Kenapa? Apa maksudmu?" tanyaku panik.

Tiba-tiba kedua lengan Ren memelukku, mendekapku di dadanya. "Aku akan pergi ke Amerika untuk turnamen," bisik Ren tepat di telingaku. Mataku membelalak kaget.

"Berapa... lama...?" Terbata-bata, aku berhasil menyelesaikan kalimatku. Air mataku mulai menggenang.

"Satu bulan karantina, dua minggu turnamen."

Lalu tangisku meledak dalam pelukan Ren. Aku tidak mau berpisah dengan Ren! Tidak mau!!

Ren mempererat pelukannya, jemarinya mengusap-usap rambutku.

"Aku akan kembali," janjinya.

"Aku akan menunggu," bisikku pelan di antara isakanku. Lalu aku tenggelam lagi dalam pelukannya.
==================


Aku duduk terdiam di pinggir sungai. Rumput hijau yang diselingi alang-alang liar menjadi alasku duduk. Bunga-bunga alang-alang liar yang putih dan berbulu mengangguk-angguk lembut dibelai angin sore. Ibu jari dan jari telunjukku bergerak menuju alang-alang terdekat dan mencabutnya, memainkannya dengan setengah hati.

Kedua bola mataku yang basah menatap alang-alang yang terombang-ambing ditiup angin. Buliran air bening mengalir perlahan menuruni pipiku.

Tuhan, mengapa Kau begitu kejam? Baru saja Engkau menjadikanku dan Ren bersama-sama. Sekarang kau membuat Ren harus pergi ke Amerika selama satu setengah bulan.

Kulemparkan alang-alang yang sudah kupilin-pilin itu ke sungai di depanku. Aku menelungkupkan kepala di atas kedua lutut dan memeluk lututku. Punggungku mulai berguncang-guncang. Aku menangis keras.
==================

Sudah seminggu aku tidak pergi ke sekolah. Aku terkena demam dan flu yang cukup parah gara-gara duduk menangis di tepi sungai itu hingga kehujanan dan basah kuyup. Tapi aku tak peduli. Toh satu setengah minggu lagi Ren akan pergi ke Amerika bersama beberapa perwakilan Jepang yang lainnya.

Kubalikkan tubuhku hingga wajahku menghadap ke bantal. Jari-jemariku meremas permukaan bantal bulu putih itu.
Sungguh, aku tak peduli...

Tanpa kusadari aku menangis lagi.
==================

Mimpi...

Lagi-lagi aku dihadapkan pada refleksi maya ini. Yang selama beberapa waktu lalu menjadi teman terbaikku, dan sekarang berbalik kembali memusuhiku.

Aku menjerit pada kegelapan yang terbentang luas di hadapanku. Pita suaraku berkontraksi sekuat-kuatnya untuk menggemakan jeritanku.

Dadaku terasa sesak. Paru-paruku seolah hampa udara. Nafasku menjadi tersengal-sengal. Detak jantungku memburu.

Kembali kugaungkan pekikan yang sempat tertelan. Tolong!! Tapi apa daya, kegelapan itu menyeret tubuhku ke dalam pusatnya. Tanganku menggapai-gapai sesaat sebelum tenggelam bersama seluruh tubuhku ke dalam pusaran kegelapan itu.

Dan mataku pun terbuka...
==================

"Sudah bangun?" Begitu pertama kali membuka mata, kudengar suara Ai-chan. Nada yang seperti biasa. Pedas sekaligus manis mengalun pada saat yang bersamaan. Kutatap kedua bola mata Ai-chan yang berwarna gelap.

"Ai-chan!!" Aku langsung memeluknya, lalu terisak-isak di atas pundaknya. Ai-chan balas memelukku dan membelai-belai rambutku, berusaha menenangkanku.

"Menangislah," bisik Ai-chan di telingaku. Dan aku pun menangis lebih keras.
==================

Dua minggu telah berlalu.

Aku mulai bisa menerima kenyataan bahwa tiga hari lagi Ren akan pergi ke Amerika. Kumanfaatkan semua sisa waktuku untuk bisa bersama-sama Ren. Aku merasa bodoh karena telah membuang waktuku selama seminggu di atas tempat tidur gara-gara sakit akibat melakukan hal yang bodoh juga.

Hhhhhhhhhhh...
====================> to be continued

Wednesday, November 18, 2009

uh , again and again ~

i'm disappointed , really disappointed .
i still can't believe .
AM I THAT UGLY SO PEOPLE HATE ME ??

wow .

cool , I thought that in the end , i got a friend that really understands me .
I thought .
my stupid thought .

then , see !
who is the person who said that she'll back me up ?
she hates me so much !!
geez , i should have known from long long long time ago .
no one loves me for who I am .
they get closer to me because they want something from me .
ALWAYS .

how if I can't give 'em what they want ?
how if I can't satisfied 'em ?
how if I'm useless ?

they must be kick me and shout at me , "DIE YOU , JERK !!"

maybe I should disappear from this world where I'm not belong to .
I'm a loser .
no one needs me .

hufft ~
:((

Monday, November 16, 2009

I H A T E M O N D A Y ! ! !

geez , M-E-N-Y-E-B-A-L-K-A-N !!

hari senin ini adalah salah satu hari paling menyebalkan dalam hidupku .
mau tau kenapa ?

yop !
aku harus ke sekolah pake batik n pantofel !
amitamitnajnajnaj !
DX

sebenernya sih , bukannya aku benci Indonesia dan kebudayannya .
aku cinta Indonesia―sungguh !―terutama sejak hari pahlawan kemarin .
tapi aku kan gaq pantes pake batik .
mirip ibu-ibu malah .
ditambah lagi pantofel ..
gaq kebayang !
DX

jadi hasilnya , tadi aku terlihat kayak orang culun abis .
hufft ~
aku gaq ngerti kenapa skul itu MEREPOTKAN MURID !?

padahal kan gaq usah repot-repot pake batik n pantofel , pake SEPATU MERAH PUTIH aja ok !
kenapa harus batik ?

dan tadi , AKU BARU INGET AKU HARUS NGERJAIN TUGAS SEJARAH !

mampus aku kali ini .
mampus , mampus kuadrat .

i hate monday !
yea , i really do .

Sunday, November 15, 2009

fanfic : I Just Want U By My Side 7

Title : I Just Want U by My Side

Chapter : 7 of sekian~

Genre : Drama , Romantic

Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]

Author : Judith Aiichi Joo-chan Melchiott

Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D

Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara

==================

Sesampainya di sekolah, dengan berseri-seri aku menghampiri Ai-chan yang sedang duduk di mejanya.

Beberapa buku cetak dan buku tulis terbuka lebar dan sebuah penghapus bersama pensil mekanik yang sedang dipegang Ai-chan menghiasi permukaan meja. Ai-chan memakai kacamata minus satunya. Wajahnya terlihat serius, tapi manis. Mungkin inilah yang membuat Uchiha Madara menyukainya.

Uchiha Madara adalah siswa dari sekolah khusus putra Y yang berada di prefektur Nara. Ren pernah bersekolah di sana sebelum pindah ke sekolah ini. Madara dan Ren dulu pernah sekelas. Menurut kabar yang kudengar dari mulut Ai-chan dan Ren, Madara adalah salah satu siswa jenius di Y. Selain itu, Madara juga pandai berdebat. Ia beberapa kali menjuarai lomba debat, mulai dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Sejelek-jeleknya, ia pasti mendapat juara tiga. Lidah Madara memang cepat menyeletuk. Hal ini kuketahui ketika melakukan conference call dengan Ai-chan dan Madara. Kebanyakan mereka yang berbicara dengan sesekali menyebut panggilan 'sayang', 'honey', 'cinta', 'hunny', 'bunny', 'sweety' dan teman-teman sebangsanya. Aku cuma jadi pendengar setia, kalau tidak mau disebut kambing congek.

Tiba-tiba Ai-chan mengangkat wajah dari buku-buku yang berserakan di atas mejanya. Wajah seriusnya tenggelam, berganti dengan wajah ceria dengan senyum mengembang.

"Ada apa, Aiichi? Kau tampak senang." Ai-chan melemparkan tatapan menyelidik.
Aku tersenyum malu-malu.

"Jangan-jangan kau..." Ai-chan memiringkan kepala dan mengangkat dagunya, lalu menempelkan jari telunjuknya di bibir. Matanya menatapku dengan seksama. Seperti polisi hendak menginterogasi tersangka.
"Kau jadian dengan Ren ya?" tebak Ai-chan tepat sasaran.

Wajahku serta merta memerah. Ai-chan langsung meloncat dan memelukku.

"Selamat ya!" katanya tulus. "Nanti istirahat kau harus menraktirku bento set yang tiga ribu yen itu!"
==================

Sepanjang pelajaran aku tidak bisa menyatukan kepingan konsentrasiku ke dalam topik pelajaran sejarah hari ini : zaman Shogun berjaya. Alih-alih mendengarkan Kuminosuke-sensei bercuap-cuap tentang Shogun, aku malah membiarkan kepalaku menoleh ke arah jendela dan mengizinkan mataku mengamati barisan awan yang menari-nari dilatarbelakangi angkasa yang berwarna biru pucat.

Aku merindukannya.

Kugeleng-gelengkan kepalaku, berusaha menyadarkan diri bahwa aku ini sedang di kelas. Istirahat masih selang tiga jam pelajaran lagi, tapi jiwaku sudah menguap dari ruang kelas ini. Menjemukan.

Ternyata hari ini aku sedang sial, atau mungkin hukuman karena aku tidak memperhatikan pelajaran. Ketika kupalingkan kembali wajahku ke depan kelas, yang kudapatkan adalah wajah kesal Sensei dan tatapan seluruh isi kelas yang tertuju padaku.

"Shirayama-san, apa yang menyita perhatianmu selama beberapa menit ini?" tegur Kuminosuke-sensei seraya melangkah ke arah mejaku. Tanpa kusadari, wajahku berubah pucat. Keringat mengalir deras di punggungku. Aku menegakkan punggungku, rasanya seperti disiram air es.

"A-awan itu... bagus..." Untaian kata itu mengalir begitu saja dari bibirku. Telingaku menangkap gelombang desisan dan bisik-bisik mencela dari arah belakang, tempat Kanna dan gerombolan dayang-dayangnya bertakhta. Kenapa aku begitu bodoh dan memberikan alasan yang selugu itu? Kenapa otakku tidak bisa memberikan alasan yang lebih canggih?

"Jadi..." Kuminosuke-sensei mendekatkan wajahnya ke arahku. Matanya menyipit tanda tak menyukai bahwa aku--si murid teladan--adalah orang yang tidak memperhatikan pelajarannya. "... awan itu lebih penting dari pelajaran Sejarah?"

Aku langsung gelagapan. "Bu-bukan itu maksudku, Sensei! Aku hanya..."

"... Melihatku di bawah." Tiba-tiba sosok Ren sudah muncul di ambang pintu kelasku. Seluruh mata di kelas--termasuk Sensei dan aku--langsung melemparkan tatapan kaget dan (tentu saja) kagum.

"Re... nn..." gumamku pelan sekali, dan lebih kepada diriku sendiri.

Sensei mengangkat alisnya. "Ichimoku? Ada keperluan apa kemari?"

Bibir Ren menyunggingkan senyum mautnya yang mampu melumerkan hati siapa saja yang melihatnya.

"Saya ingin menemui Shirayama Aiichi-san, pacar saya."

Mulut Kuminosuke-sensei menganga lebar. Begitu pula Kanna dan dayang-dayangnya. Saking lebarnya, aku sampai berasumsi bahwa bila ada tikus tanah, mereka pasti akan masuk ke dalam mulut orang-orang itu karena sebegitu lebarnya jadi mirip dengan rumah tikus tanah yang melayang.

Aku berdiri dari kursiku. Dan berjalan ke arah Ren.

"Permisi," kata Ren sebelum menutup pintu.
==================> to be continued

floating .. hufft ~

lagi-lagi aku cuma bisa terdiam .
cuma bisa termangu memandangi untaian kata-kata yang menghiasi home facebook-ku .

semua orang menulis masalahnya di status update mereka .
dan kebanyakan tentang cinta .
hmmmhh ..

cinta itu buta , cinta itu bodoh .

mungkin kau tidak setuju bila mendengar kata-kataku .
hhhhh ..

orang-orang jadi pahit karena cinta .
yah , aku sendiri tak terlalu mengerti sih .
peruntungan cintaku tipis .
mana bisa aku menggurui ?
nanti aku disangka sok tahu .

bodoh .

aku sendiri jadi teringat perjuanganku selama tiga tahu lebih ini .
perjuangan yang sia-sia .
aku benar-benar bodoh .
membuang segalanya demi dia .
:(

mungkin bisa dibilang aku ini orang yang aneh .
aku terlalu mendewakan cinta hingga sebulan yang lalu .
dan sekarang ?
aku berusaha keras untuk "mencintai" dan bukannya "jatuh cinta" lagi .
tapi itu sulit .

hhhh ..

lagi-lagi aku cuma bisa menghembuskan nafas berat .
aku cuma bisa menatap ke bawah , sekali-kali menatap ke depan supaya tidak menabrak .

apa yang harus kulakukan ?

aku terkatung-katung di tengah lautan tanpa tepi .

sepi .

sendiri .

Saturday, November 14, 2009

C H I C H I

~~~chichi~~~

papa bener-bener sosok orangtua yang super hebat .
papa tegas , mandiri , cerdas , lugas , dan selalu bersikap yang benar pada saat yang tepat .

papa jago matematika , fisika , dan kimia .
hebatnya , beliau masih ingat pelajaran pertama kimia yang paling mendasar .
aku aja udah lupa :P
setiap ada pelajaran mafiki yang susah , papa selalu bisa mengajariku hingga bisa .
he's very smart !

papa juga tegas , terutama padaku yang notabene anak malas :P
semua harus dilakukan sesuai aturan .
sedikit otoriter sih .
soalnya papa termasuk tipe orang koleris , sama sepertiku .
XD

papa juga berwawasan luas .
selalu saja ada hal yang bisa aku obrolin sama papa .
mulai dari masalah pribadi , sampai masalah yang menyangkut orang banyak kaya masalah "cicak vs buaya" .
aku sendiri juga baru tau papa bisa diajak curhat tadi .
ternyata papa bisa memberi saran yang rasional .
keren banget .

dan papa juga tepat waktu .
waktu mama pergi selama dua minggu , aku sama sekali gaq pernah terlambat sekolah .
padahal biasanya dalem seminggu , aku bisa telat dua kali .
XP

hmmm , banyak kemiripan aku dan papa :
. suka hal-hal konyol
. suka tantangan
. suka soal mafiki yang menjebak n ruwet
. suka lari
. suka baca buku
. koleris
. agak cuek
. suka siul-siul n nyanyi [meski yang aku fals :P]
. gaq suka orang lebay dan sok eksis
. gaq suka kopi
. berusaha nyegah global warming
. suka pisang XD
. suka honda freed
. narsis

~~~kazoku ga aishiteru~~~

Friday, November 13, 2009

benci banget !!

S E J U J U R - J U J U R N Y A ~

tuh orang emang udah super ngeselin sejak SMA .
mentang-mentang dia masuk ke jajaran pengurus OSIS pula !
langsung deh sikapnya sok keren gitu .
tiap sms pasti ngomongin , "eh , hari ini gw gegeloan sama si A n si B pas mau pulang" ato "tadi di kelas gw nyanyi-nyanyi mulu sama si A" ato "gw gaq nyangka loh gw dianggep bagian dari geng DODOL , soalnya gw emang deket sih sama anggota-anggotanya" ato "tadi geng ANEH jalan-jalan ke mall loh .. sekarang di x-13 ada dua geng gede , geng DODOL n geng ANEH"

ngapain sih pamer-pamer segala ?
emangnya dia pikir gw bakal sirik apa ?
sori yaaaa ~
daripada sirik , gw lebih BENCI sama makhluk gaq berarti kaya lu !
sok tenar sampe pake acara buang temen karena alesan yang gaq masuk akal !
pantes aja temen-temen lu gaq banyak .
lu itu MENJIJIKAN !
suck !

apalagi waktu gw nanyain anak baru di kelasnya .
dia malah jawab dengan super sombong plus n-a-j-i-s , "ada lah , anak baru di kelas gw , si C . lu gaq kenal lah"

F*CK !!!
emang dia pikir dia siapa sampe kenal semua anak ?
dasar manusia gila !
pantes aja waktu SMP temen lu bisa diitung pake jari sebelah tangan .
itu juga kelebihan sih !

who wants to be a FRIEND from that NASTY SUCK GIRL ?
cuma sesama makhluk menjijikan lainnya , yang sama-sama gaq punya otak !

Tuesday, November 10, 2009

storystory night

umm ~
kembali dengan curhatan gaje ala aiichi .
curhat yang kurang berguna dan sering kali tak bermutu .
tapi kali ini aku benar-benar PERLU .

aku dulu menyukai orang yang sama selama tiga tahun .
orang yang membuang waktuku .
orang yang bahkan tidak menganggapku ada .
i wasted my time for him .

tanpa kusadari , ada seseorang yang lain .
orang yang sejak 4 tahun yang lalu bersamaku .
temanku yang baik , tapi tak kusadari keberadaannya .
dan ternyata , aku MENCINTAINYA .

bodoh .
saat perasaanku sudah mendalam , ia malah memilih yang lain .

dan kini aku kembali terpuruk dalam luka .
terjerumus begitu dalam .
GOD , PLEASE HELP ME !!

g a j e O N ! !

hey master ..
look at me , i am here ..
please look into my eyes ..
can u see ?
i'm deeply hurt .

hey master ..
don't u realize ,
that my heart's torn apart ?
n do u know ,
who did it ?

hey master ..
can't u realize ,
that there's someone who wait u all the time ,
n accept u whoever u r ?

i do .

hey master ..
do u know ,
that i used to be a girl
a normal one
a human ..

hey master ..
do u know who turned me to be a doll ?

hey master ..
do u know so ,
that a doll has its own heart too ?
even doll's heart can be torn apart too ..

hey master ..
can't we be one ?
yea , i know .
doll n human aren't supposed to be one .

then i'll be here .
waiting for u ..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“i am enma ai”

“i am jigoku shoujo”

“i have to ferry the grudge to hell”

“then someday i fall in love with a man”

“he turned me to be a doll”

“and then he left me”

“left me when i was a doll”

“then he came back”

“with another woman”

“didn't he think about me ?”

“about my feelings ?”

“u know”

“doll and human are not supposed to be one”

“yea”

“i know , master”

“i really do”

“but master”

“do u know”

“even the doll has its own heart”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



jd dpt ide bwt bqn fanfic !
XD