Title : I Just Want U by My Side
Chapter : 8 of sekian~
Genre : Drama , Romantic
Rating : PG13+ [genre fav saia ~ :D]
Author : Reika El Enma Ai
Cast :
Aiichi
Ichimoku Ren
Ai-chan
Hone
Madara
n many more ~
:D
Pairing : AiichiXRen, Ai-chanXMadara
==================
Setelah berada cukup jauh dari kelas sehingga tidak dikuntit Kanna (dan Kuminosuke-sensei), Ren memulai percakapannya setelah kami berdiam diri.
"Aiichi..."
Aku terhanyut dalam suaranya yang indah itu, sampai-sampai lupa menjawab.
"Aiichi...?" Ren mengulang panggilannya.
"Ya?" Akhirnya aku menjawab panggilan itu. Malu rasanya ketahuan aku terlarut dalam suara Ren.
"Bulan ini... ada turnamen kendo internasional di Amerika, dan aku terpilih untuk mewakili Jepang pada turnamen itu."
Aku langsung antusias mendengar kabar itu. REN akan mewakili Jepang di turnamen internasional? Keren!!
Lalu kusadari sesuatu. Suara Ren agak aneh. Nada bicaranya tidak antusias, padahal ini kan turnamennya. Saat kuperhatikan, raut wajahnya pun terlihat... sedih?
"Ren?" Tanganku terulur ke arahnya, dan jemariku menyentuh pipi Ren. "Ren? Ada apa?"
Ren tidak menjawab, ekspresi wajahnya semakin tidak enak saja. Aku menjadi cemas.
"Ren? Kenapa? Apa maksudmu?" tanyaku panik.
Tiba-tiba kedua lengan Ren memelukku, mendekapku di dadanya. "Aku akan pergi ke Amerika untuk turnamen," bisik Ren tepat di telingaku. Mataku membelalak kaget.
"Berapa... lama...?" Terbata-bata, aku berhasil menyelesaikan kalimatku. Air mataku mulai menggenang.
"Satu bulan karantina, dua minggu turnamen."
Lalu tangisku meledak dalam pelukan Ren. Aku tidak mau berpisah dengan Ren! Tidak mau!!
Ren mempererat pelukannya, jemarinya mengusap-usap rambutku.
"Aku akan kembali," janjinya.
"Aku akan menunggu," bisikku pelan di antara isakanku. Lalu aku tenggelam lagi dalam pelukannya.
==================
Aku duduk terdiam di pinggir sungai. Rumput hijau yang diselingi alang-alang liar menjadi alasku duduk. Bunga-bunga alang-alang liar yang putih dan berbulu mengangguk-angguk lembut dibelai angin sore. Ibu jari dan jari telunjukku bergerak menuju alang-alang terdekat dan mencabutnya, memainkannya dengan setengah hati.
Kedua bola mataku yang basah menatap alang-alang yang terombang-ambing ditiup angin. Buliran air bening mengalir perlahan menuruni pipiku.
Tuhan, mengapa Kau begitu kejam? Baru saja Engkau menjadikanku dan Ren bersama-sama. Sekarang kau membuat Ren harus pergi ke Amerika selama satu setengah bulan.
Kulemparkan alang-alang yang sudah kupilin-pilin itu ke sungai di depanku. Aku menelungkupkan kepala di atas kedua lutut dan memeluk lututku. Punggungku mulai berguncang-guncang. Aku menangis keras.
==================
Sudah seminggu aku tidak pergi ke sekolah. Aku terkena demam dan flu yang cukup parah gara-gara duduk menangis di tepi sungai itu hingga kehujanan dan basah kuyup. Tapi aku tak peduli. Toh satu setengah minggu lagi Ren akan pergi ke Amerika bersama beberapa perwakilan Jepang yang lainnya.
Kubalikkan tubuhku hingga wajahku menghadap ke bantal. Jari-jemariku meremas permukaan bantal bulu putih itu.
Sungguh, aku tak peduli...
Tanpa kusadari aku menangis lagi.
==================
Mimpi...
Lagi-lagi aku dihadapkan pada refleksi maya ini. Yang selama beberapa waktu lalu menjadi teman terbaikku, dan sekarang berbalik kembali memusuhiku.
Aku menjerit pada kegelapan yang terbentang luas di hadapanku. Pita suaraku berkontraksi sekuat-kuatnya untuk menggemakan jeritanku.
Dadaku terasa sesak. Paru-paruku seolah hampa udara. Nafasku menjadi tersengal-sengal. Detak jantungku memburu.
Kembali kugaungkan pekikan yang sempat tertelan. Tolong!! Tapi apa daya, kegelapan itu menyeret tubuhku ke dalam pusatnya. Tanganku menggapai-gapai sesaat sebelum tenggelam bersama seluruh tubuhku ke dalam pusaran kegelapan itu.
Dan mataku pun terbuka...
==================
"Sudah bangun?" Begitu pertama kali membuka mata, kudengar suara Ai-chan. Nada yang seperti biasa. Pedas sekaligus manis mengalun pada saat yang bersamaan. Kutatap kedua bola mata Ai-chan yang berwarna gelap.
"Ai-chan!!" Aku langsung memeluknya, lalu terisak-isak di atas pundaknya. Ai-chan balas memelukku dan membelai-belai rambutku, berusaha menenangkanku.
"Menangislah," bisik Ai-chan di telingaku. Dan aku pun menangis lebih keras.
==================
Dua minggu telah berlalu.
Aku mulai bisa menerima kenyataan bahwa tiga hari lagi Ren akan pergi ke Amerika. Kumanfaatkan semua sisa waktuku untuk bisa bersama-sama Ren. Aku merasa bodoh karena telah membuang waktuku selama seminggu di atas tempat tidur gara-gara sakit akibat melakukan hal yang bodoh juga.
Hhhhhhhhhhh...
====================> to be continued
Thursday, November 19, 2009
fanfic : I Just Want U By My Side 8
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment